Terjemahan

Selasa, 09 Juli 2013

Ebook "Al-Quran Karim"

Mari kita siapkan kesehatan fisik  untuk menyambut Ramadhan.
Mari kita siapkan mental kita untuk memasuki bulan yg penuh rahmat, berkah dan maghfirah (ampunan). Berpuasalah karena Allah.
Mari perbanyak-banyaklah membaca dan memahami Al-Quran karena Allah.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS al-Baqarah 2: 183).
• Dari Abu Hurairah radhiallahu `anhu, dia bercerita, Rasulullah shallallhu `alayhi wasallam bersabda, “Setiap amal anak Adam akan dibalas berlipat ganda. Kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya sampai 700 kali lipat. Allah Ta`ala berfirman, `Kecuali puasa, di mana puasa itu adalah untuk diri-Ku dan Aku akan membalasnya. Dia meninggalkan nafsu syahwat dan makanan demi diri-Ku. Dan orang yang berpuasa itu memiliki 2 kegembiraan; kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat berjumpa dengan Rabbnya. Dan sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi”- (HR. al-Bukhari dan Muslim, lafazh di atas bagi Muslim)
• Rasulullah shallallahu `alayhi wasallam bersabda, “Puasa dan al-Quran itu akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Di mana puasa akan berkata, `Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makanan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya`. Sedangkan al-Quran berkata, `Aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya`.” Beliau bersabda, “Maka keduanya pun memberikan syafaat”- (HR. Ahmad, al-Hakim, dan Abu Nu`aim, shahih.)
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alqur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”
Mari kita manfaatkan waktu kita dengan sebaik mungkin, InsyaAllah kita akan diberi kemudahan dan kekuatan untuk mengamalkan berbagai ibadah yang bisa kita jadikan bekal untuk kehidupan di dunia sekarang dan di akherat nanti.
Tablet, yang biasanya kita gunakan untuk browsing, Facebook, Twitter, Instagram, ngeblog, chatting, sms, email dan media sosial lainnya,  di bulan Ramadhan ini akan lebih lengkap karena juga kita gunakan untuk mengaji dan mengkaji Alquran.
Dibawah ini adalah ebook Al-Quran Karim dalam bentuk pdf setebal 685 halaman / 197 MB. Bisa dimanfaatkan  sebagai bacaan di Tab / Tablet.
Al-Qur'an_Karim_tajwid
Al Fatihah
Al Baqarah
Download Ebook Al-Qur’an Karim dengan Tajwid/ 685 hal / 197 MB. Silahkan unduh disini


Doa Sholat Tarawih Dan Sholat Witir

Doa Setelah Sholat Tarawih

syahadat1
1.    Asyhadu alla ilaha illa Allah
(aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah).
astaghfirullah
2.   Astaghfirullah (aku mohon ampun kepada Allah)
asalukal
3.      Allahumma inna as alukal jannata wa a’udzubika minan naar 
(Wahai Tuhanku. sesungguhnya aku memohon surga kepadaMu dan aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka)
(Nomer : 1,2 dan 3 dibaca ulang  3X dan diikuti oleh jamaah)
afuwwun
4.   Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anna Yaa Kariim- (dibaca 3x dan diikuti oleh jamaah)
(Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku Yang Maha Mulia)
5.   Kemudian dilanjutkan bacaan doa yang diamini oleh jamaah, doanya ebagai berikut :
doa-tarawih
doaTarawih
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akherat , yang ridha dengan ketentuan, yang ber¬syukur atas nikmat yang diberikan, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah de¬ngan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini tergolong orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya, Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.





Doa Setelah Sholat Witir

subhanal
6.    Subhanal malikil quddus 
(Maha suci Tuhan Yang Merajai lagi Maha Suci)
subbuhun
7.   Subbuhun quddusun rabbunaa wa rabbul malaa-ikati warruh 3x
(Maha Suci lagi Quddus Tuhan Kami, Tuhan para Malaikat, dan Malaikat jibril)
(Nomer 6 dan 7 dibaca ulang 3X dan diikuti oleh jamaah)
subhanallah
8.     Subhanallah walhamdu lillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar, wa Laa haula wa laa quwwata illa billah. – dibaca 3X dan diikuti oleh jamaah
(Maha Suci Allah, segenap puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah adalah Maha Besar.dan Tiada daya dan tiada kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah)
Kemudian dilanjutkan dengan membaca  Doa Sholat Witir dan diamini oleh jamaah, doanya sebagai berikut  :
doawitir
doa-witir-latin
“Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Wahai Allah, Tuhan kami! Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami, Sempurnakanlah kelalaian (kekurangan) kami, wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Zat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang, Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam”
rabbana Atina
Rabbana atina fiddunya hasanatan wafil akhirati hasanatan waqina ‘azabannar
(Wahai Tuhan kami, berilah kami di dunia dan di akhirat kebaikan dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka)




Analisa Perhitungan Awal Ramadhan

Assalamu'alaikum wr wb

Tidak terasa, kita sudah memasuki bulan Sya’ban. Saat maghrib pada Ahad (Minggu) tanggal 9 Juni 2013 M kita sudah memasuki bulan Sya’ban 1434 Hijriyah. Sudah barang tentu, jika sudah memasuki bulan Sya’ban, ummat Islam sudah hampir siap menghadapi suatu bulan yang istimewa, yaitu bulan Ramadhan. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa insyaAllah Ramadhan kali ini akan ada perbedaan memulainya, bahkan mengakhirinya.
Ini disebabkan ada perbedaan kriteria perhitungan antara Lapan, Kementrian Agama dan Muhammadiyah.

Kalau Muhammadiyah menggunakan kriteria Wujudul Hilal.

Sistem kalender hijriyah kriteria Wujudul Hilal (WH), dalam menentukan suatu kondisi telah masuk bulan baru memiliki 3 Syarat,Yaitu:

1) Telah terjadi ijtimak.
2) Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam.
3) Saat Matahari terbenam, piringan atas Bulan masih berada di atas ufuk.


Sedangkan MABIMS kementrian agama Imkanur Rukyat (IR) ini memiliki syarat :

1. Ketinggian bulan minimal 2 derajat.
2. Jarak bulan-matahari minimal 3 derajat dan
3. Umur bulan minimal 8 jam.


Kriteria LAPAN


1) Jarak Bulan - Matahari > 6,4 derajat
2)  Beda tinggi Bulan-Matahari > 4 derajat.
Dari kriteria sistem Kalender hijriyah bisa dipaparkan melalui aplikasi untuk melihat masuknya bulan Ramadhan 1434 H.Dengan data astronomis pada 8 Juli 2013 sebagai berikut.







Waktu Ijtimak                            : 14:15
Matahari Terbenam                     : 17:51:26
Azimut                                      : 292* 28’ 5,4”
Bulan Terbenam                         : 17:54:24
Azimut                                      : 287* 51’ 8,7”

Saat Matahari Terbenam  
Umur Bulan                               : 3,51 Jam
Fase Pencahayaan                     : 0,18%
Tinggi Dari Horizon                   : 0* 20’ 32,7”
Azimut                                    : 287* 56’ 5,9”
Bright Limb                             : 347* 21’ 50,3”
Elongasi                                  : 4* 47’ 50,5”


Sedangkan data astronomis pada 09 Juli 2013 M, sebagai berikut :

Matahari Terbenam                 : 17:51:39
Azimut                                   : 292* 20’ 53,3”
Bulan Terbenam                      : 18:41:45
Azimut                                   : 285* 22’ 13,1”
Saat Matahari Terbenam                
Umur Bulan                             : 27,62 Jam
Fase Pencahayaan                   : 1,39%
Tinggi Dari Horizon                 : 10* 52’ 8,1”
Azimut                                  : 287* 7’ 1,8”
Bright Limb                           : 302* 42’ 52,1”
Elongasi                                : 13* 30’ 45,5”

     Data Berdasarkan s.w. Mawaaqit 2001

Maka, untuk data astronomis pada tanggal 08 Juli 2013 (saat ijtimak), dapat disimpulkan bahwa :


1   Menurut Kriteria Sistem Kalender Hijriyah Wujudul Hilal :

Ijtimak telah terjadi pada 08 Juli 2013 M Pkl. 14:15 WIB, dan waktu matahari terbenam pada Pkl. 17:51:26 WIB, dan Bulan terbenam pada Pkl. 17:54 WIB, tinggi hilal dari horzon 0* 20’ 32,7” (sudah positif). Maka ketiga kriteria Wujudul Hilal sudah terpenuhi, sehingga 1 Ramadhan 1434 H jatuh sejak Pkl. 17:51:26 tanggal 8 Juli 2013 M, dan memulai ibadah puasa pada tanggal 9 Juli 2013 M.


    

 Menurut Kriteria Sistem Kalender Hijriyah Imkanur Rkyat 2-3-8 (MABIMS) :

Ijtimak telah terjadi pada 08 Juli 2013 M Pkl. 14:15 WIB, dan waktu matahari terbenam pada Pkl. 17:51:26 WIB, dan Bulan terbenam pada Pkl. 17:54 WIB, tinggi hilal dari horzon 0* 20’ 32,7” (< 2*)  dimana umur bulan baru 3,51 Jam dan sudut elongasi 4* 47’ 50,5”. Maka hampir dipastikan 1 Ramadhan 1434 H baru akan masuk pada saat matahari terbenam pada tanggal 9 Juli 2013 M Pkl. 17:51:39, dan memulai ibadah puasa pada tanggal 10 Juli 2013 M


3    
       Menurut Kriteria Sistem Kalender Hijriyah LAPAN,


1 Ramadhan 1434 H baru akan masuk pada saat matahari terbenam pada tanggal 9 Juli 2013 M Pkl. 17:51:39, dan memulai ibadah puasa pada tanggal 10 Juli 2013 M


Dikarenakan adanya perbedaan memulainya ibadah puasa pada tahun ini, saya menghimbau kepada seluruh ummat Islam, bahwa perbedaan tersebut bukan perbedaan yang masing-masing tidak berdasar. Juga bukan pada perbedaan antara Hisab dan Rukyat, namun lebih kepada kriteria sistem kalender hijriyah yang lahir atas dasar pemahaman atas teks-teks (dalil) yang ada. Maka, mari jadikan perbedaan ini menjadi rahmat sebesar-besarnya dengan terus menimba ilmu, mempertajam iman dan ketaqwaan, dan bersiap seoptimal mungkin menghadapi bulan suci Ramadhan 1434 H.

Semoga kita benar-benar di izinkan oleh Allah SWT untuk bertemu Ramadhan 1434 H ini, dan mampu mengisinya dengan amalan-amalan yang terbaik.

Wa Allahu a’lam bishshowwab
Fastabiqul Khoirot


Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh.




Jadwal Imsakiyah Bulan Ramadhan 1434 H / 2013 Menurut Rukiyat Hilal Indonesia